karakter seorang zafran
dalam imajinasi saya adalah seorang seniman eksentrik dengan prosa-prosa
sintingya, agak urakan dan konyol. lantas, ruang komputer dan kamar
yang dimiliki zafran saya imajinasikan seperti ruang kumuh dengan buku
kahlil gibran yang berserakan dimana-mana, dan komputer kotak yang jadul
namun masih mumpuni untuk mendesain.zafran dalam film saya anggap sebagai malapetaka, ia muncul dengan sosok ketampanan melebihi arial dan rambut yang rapi, pakai komputer apple serta kamar bergaya modern. "ohmaigat. ni orang seniman atau model sih?" pikir saya ketika melihat karakter zafran yang diperankan oleh kembaran saya, herjunot. sejauh yang saya tahu, pecinta kahlil gibran adalah orang-orang yang terlalu mengagungkan cinta, hingga suka lupa pada hal-hal duniawi. dan kamar adalah salah satu hal duniawi. jadi hipotesisnya adalah kamar safran tidak boleh serapi itu!
lantas, minim sekali pembicaraan puitis, kesintingan roman dan kelucuan yang dimunculkan pada karakter zafran. sebaliknya, zafran malah terpesona dengan kemolekan tubuh pevita dan g-string nya.